Ulah Nuduh kanu jauh, ulah nyawang kanu anggang, nu caket geura raketan, nu deukeut geura deheusan

  • This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

Logo Harlah NU ke 93

 
Pengurus besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi mengeluarkan logo peringatan harlah ke 93 NU. Logo tersebut resmi diluncurkan setelah sebelumnya tema harlah diputuskan.

Tema yang diangkat dalam harlah ke-93 NU tahun ini adalah “Menyebarkan Islam yang Damai dan Toleran”. Tema tersebut merupakan refleksi dan hasil diskusi yang dilakukan PBNU setelah melihat realitas terkini.

“Toleransi menjadi barang yang sangat susah kita dapatkan hari ini. Banyak kelompok gemar menyesatkan. Jika ada yang dianggap tersesat malah dikafir-kafirkan, bukan malah dirangkul dan diajak menuju jalan yang dianggapnya sebagai kebenaran,” jelas Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, PBNU telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh pengurus cabang dan pengurus wilayah untuk menyemarakkan peringatan harlah ke-93 NU yang jatuh pada 16 Rajab mendatang dan bertepatan pada tanggal 24 April 2016.

Dalam surat edarannya tersebut, PBNU menekankan bahwa peringatakan harlah ke-93 NU hendaknya dilakukan, pertama, dengan cara yang sederhana dan tidak berlebih-lebihan. Kedua, kegiatan yang dilakukan diutamakan dalam bentuk kegiatan sosial keagamaan seperti santunan anak yatim, gotong royong, dan kerja bakti. Ketiga, hendaknya kegiatan lebih ditekankan kepada peningkatan kualitas dan kuantitas amaliyah an-nahdliyyah. (Fariz Alniezar)

Share:

Makna yang Terkandung dalam Hari Santri Nasional

Hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober mempunyai makna yang begitu dalam bagi kalangan santri sendiri.


Dalam sejarah, peran mereka dalam memperjuangkan bangsa ini dari penjajah sudah tidak diragukan lagi. Mereka ikut berjuang dan mengorbankan nyawanya demi untuk mempertahankan kemerdekaan bangsa.

Sekarang ini, tanggal 22 Oktober ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional pada tahun 2015 lalu oleh Bapak Presiden Jokowi. Hari itu merupakan sebuah hari yang membangun semangat santri untuk lebih memperbaiki kualitas diri demi kemajuan bangsa Indonesia untuk kedepannya.


Karena mengingat sejarah itu sangat penting sekali. Dari sejarah kita akan mendapatkan ilmu dan wawasan yang begitu luas. Ingatan sejarah akan memberikan bekal ilmu pada zaman yang modern ini.


Tujuannya apa ? Agar kita selalu bermuhasabah diri, memperbaiki kualitas pribadi demi kemajuan bangsa Indonesia untuk kedepannya.

sumber : http://sahabatnesia.com/hari-santri-nasional/

Share:

Hari Santri Nasional

Kenapa tanggal 22 Oktober ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional ? Mungkin dari kita ada yang bertanya-tanya seperti itu. Setiap peristiwa pasti mempunyai sebuah sejarah tersendiri. Dan setiap sejarah pasti mempunyai makna dan filosofi yang harus kita ketahui.

Sehingga kita sebagai umat muslim dan khususnya untuk para santri harus mengetahui sejarah dan latar belakang ditetapkannya tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional.

Hari Santri merupakan sebuah hari untuk memperingati peran besar kaum kiai dan kaum santri dalam perjuangannya melawan penajajah yang bertepatan dengan resolusi jihad dari Mbah KH. Hasyim pada tanggal 22 Oktober.

Itulah alasan yang mendasari kenapa Hari Santri Nasional ditetapkan pada tanggal 22 Oktober, yang sebelumnya Presiden Jokowi berpendapat pada tanggal 1 Muharram.

Sejarah membuktikan, para santri bersama dengan pejuang lainnya mempunyai peran yang sangat penting dalam merebut kembali kedaulatan negara republik Indonesia dari penjajah bangsa asing.

Peran historis dari kaum santri. Mereka yang ikut berjuang dan mempunyai peran dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, antara lain KH. Hasyim Asy’ari yang merupakan salah satu tokoh yang mendirikan Nahdatul Ulama, KH. Ahmad Dalan dari Muhammadiyah, A. Hassan dari Persis, Ahmad Soorhati dari Al Irsyad, dan Abdul Rahman dari Matlaul Anwar.

Belum lagi para perwira atau prajurit Pembela Tanah Air yang ternyata banyak berasal dari kalangan santri. Sehingga perjuangan para santri harus diperingatkan menjadi salah satu Hari Besar di Indonesia.



Share:

Indahnya Kebersamaan

Manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Manusia membutuhkan kebersamaan dalam kehidupannya. Allah l menciptakan manusia beraneka ragam dan berbeda-beda tingkat sosialnya. Ada yang kuat, ada yang lemah, ada yang kaya, ada yang miskin, dan seterusnya. Demikian pula Allah ciptakan manusia dengan keahlian dan kepandaian yang berbeda-beda pula. Semua itu adalah dalam rangka saling memberi dan saling mengambil manfaat. Orang kaya tidak dapat hidup tanpa orang miskin yang menjadi pembantunya, pegawainya, sopirnya, dan seterusnya. Demikian pula orang miskin tidak dapat hidup tanpa orang kaya yang mempekerjakan dan mengupahnya. Demikianlah seterusnya. Allah berfirman:



“Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Rabbmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Rabbmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” (Az-Zukhruf: 32)



Kehidupan bermasyarakat sendiri tidak akan terwujud dengan sempurna kecuali dengan adanya seorang pemimpin dan kebersamaan. Oleh karena itulah, Islam begitu menekankan agar kaum muslimin bersatu dalam jamaah di bawah satu penguasa. Seorang mukmin dengan mukmin lainnya seperti sebuah bangunan, sebagian menopang sebagian yang lain..





Share:

Selamat Menempuh Hidup Baru Sahabatku


Menikah merupakan sesuatu yang sangat membahagiakan bagi yang melakukannya. Islam sendiri juga menganjurkan para muslim untuk melakukan pernikahan, seperti yang tertulis dalam Alquran berikut ini.

“Dan, di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, diciptakan untukmu pasangan hidup dari jenismu sendiri supaya kamu mendapat ketenangan hati dan dijadikan-Nya kasih sayang di antara kamu. Sesungguhnya yang demikian menjadi tanda-tanda kebesaran-Nya bagi orang-orang yang berpikir,” (Q.S. Ar-Ruum: 21).

Jika Saudaraku ingin mencari sebuah ketenteraman, ketenangan hati, dan semua kebaikan, menikahlah. Pernikahan menjadi sebuah momentum hidup yang sangat penting dan bersejarah bagi kedua insan manusia. Momentum yang penting saat kehadiran teman, rekan, keluarga, sahabat, dan kerabat adalah sebuah hadiah yang membahagiakan. Selain itu, semakin lengkap rasanya jika kunjungan tersebut dihiasi dengan ucapan selamat Menempuh Hidup Baru yang penuh dengan doa dan harapan tulus untuk kedua mempelai mengarungi hidup yang baru.

Tentu sebelumnya atau sering mendengar kata sakinah, mawadah, warahmah yang kerap diucapkan seseorang ketika memberi ucapan selamat kepada orang yang sedang menikah.
Postingan ini ku persembahkan untuk sahabatku Ende Saepudin dan Nenk Rofi'ah Alfarissi semoga kalian abadi untuk selamanya di Dunia dan Akhirat, Aminn..




Share:

Popular Posts